Kriyanusa 2026 Sedang Berlangsung: 3 Pelajaran Pameran untuk UMKM Kriya
Kriyanusa 2026 berlangsung 26–30 September di Jakarta. Di balik ratusan stan, ada pelajaran sederhana tentang cerita produk, jejaring, dan tindak lanjut.
Kriyanusa 2026 sedang berlangsung di Jakarta Convention Center pada 26–30 September 2026. Acara ini ramai karena mempertemukan perajin, pelaku usaha, calon mitra, dan masyarakat dalam satu ruang. Kementerian Komunikasi dan Digital mencatat sekitar 410 stan hadir dalam gelaran yang melibatkan ratusan peserta, sementara karya dari pelaku usaha penyandang disabilitas juga mendapat ruang untuk tampil di panggung nasional.
Bagi UMKM yang tidak berada di Jakarta, kabar ini tetap relevan. Pameran bukan hanya soal siapa yang punya stan paling besar. Ia memperlihatkan cara produk bertemu dengan orang baru: dalam waktu singkat, pengunjung perlu memahami apa produknya, mengapa produk itu berbeda, dan apa langkah berikutnya bila ingin membeli atau bekerja sama.
1. Produk perlu punya cerita yang mudah diulang
Di ruang pameran, pengunjung tidak selalu punya waktu lama. Karena itu, pemilik usaha perlu bisa menjelaskan produk dalam tiga kalimat sederhana: dibuat dari apa, untuk siapa, dan apa yang membuatnya istimewa. Bukan berarti semua cerita harus panjang atau puitis. Yang penting, penjelasan itu konsisten antara kemasan, katalog, caption, dan jawaban tim di stan.
Kriyanusa mengusung tema “Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia”. Tema tersebut mengingatkan bahwa nilai kriya tidak berhenti pada bentuk barang. Asal bahan, proses kerja, keterampilan perajin, serta konteks daerah dapat menjadi informasi yang membantu calon pembeli memahami nilai produk.
2. Jejaring tidak selalu langsung menjadi transaksi
Saat menghadiri pameran, banyak UMKM tergoda mengukur hasil hanya dari transaksi hari itu. Padahal, pertemuan dengan calon reseller, pembeli ritel, mitra bahan baku, atau sesama perajin juga dapat menjadi hasil yang berharga. Kuncinya adalah mencatat kontak dan alasan pertemuan saat masih segar.
Coba pisahkan kontak menjadi tiga kelompok: calon pembeli langsung, calon mitra bisnis, dan rekan belajar. Setelah itu, kirim tindak lanjut singkat yang spesifik—misalnya katalog, daftar harga grosir, atau janji mengirim sampel. Jangan mengirim pesan umum ke semua orang; ingat kembali apa yang dibicarakan agar percakapan terasa relevan.
3. Stan dan katalog digital seharusnya saling melengkapi
Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikdasmen menyebut Kriyanusa menampilkan karya dari sembilan Dekranasda penerima program PKW. Keragaman ini menunjukkan bahwa ruang fisik dapat memperkenalkan karya, sedangkan katalog digital membantu orang mengingatnya setelah acara selesai.
Sebelum ikut bazar atau pameran berikutnya, UMKM bisa menyiapkan satu tautan yang berisi foto produk sendiri, detail penting, cara menghubungi, dan informasi pemesanan. Uji tautan itu dari ponsel lain. Jika pengunjung memindai kode atau menerima kartu nama, mereka seharusnya tidak perlu menebak langkah berikutnya.
Kriyanusa 2026 masih berlangsung sampai 30 September. Bagi pengunjung, ini kesempatan melihat berbagai karya kriya secara langsung. Bagi pelaku UMKM di mana pun berada, ini pengingat yang berguna: ketika peluang bertemu pasar datang, cerita produk yang jelas, catatan kontak yang rapi, dan tindak lanjut yang cepat sering kali lebih menentukan daripada ramainya stan semata.
Sumber
- Kementerian Komunikasi dan Digital, Kriyanusa 2026 Hadirkan 410 Stand, Bawa Kriya Indonesia ke Pasar Global, 26 September 2026.
- Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi PKPLK Kemendikdasmen, Merawat Tradisi, Membuka Peluang: Karya Peserta PKW di Kriyanusa 2026, 25 September 2026.
Sumber dan bacaan lanjutan
- Kriyanusa 2026 Hadirkan 410 Stand, Bawa Kriya Indonesia ke Pasar GlobalKementerian Komunikasi dan Digital · 26 September 2026
- Merawat Tradisi, Membuka Peluang: Karya Peserta PKW di Kriyanusa 2026Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi PKPLK Kemendikdasmen · 25 September 2026