← Semua artikel
Kisah Sukses

Dari Bandung ke Jepang: 3 Pelajaran Kemitraan dari Fortuna Shoes

Fortuna Shoes memproduksi Jalan Sriwijaya untuk pasar Jepang. Kisah ini memberi pelajaran tentang konsistensi mutu, peran mitra, dan kesiapan memperluas pasar.

Kualitas yang dapat diulang membuka percakapan lebih jauh

Kisah ekspor sering terlihat seperti hasil satu kesempatan besar. Padahal, di baliknya biasanya ada proses panjang untuk menjaga produk tetap konsisten dan membangun hubungan kerja yang jelas. Itu pula yang dapat dipelajari dari CV Fortuna Shoes di Bandung.

Pada 14 September 2026, Kementerian Perdagangan menyampaikan bahwa Fortuna Shoes memproduksi sepatu dengan merek Jalan Sriwijaya yang dipasarkan khusus di Jepang melalui GMT Inc. Dalam skema ini, GMT Inc. berperan sebagai pemilik merek, importir, sekaligus pengelola gerai. Sumber resmi Jalan Sriwijaya juga menjelaskan bahwa kemitraan Jepang–Indonesia tersebut telah berjalan lebih dari dua dekade.

Bagi UMKM, kisah ini bukan ajakan untuk segera meniru skala atau pasar mereka. Pelajarannya justru lebih dekat: usaha yang ingin tumbuh perlu mengenali apa yang dikerjakan dengan baik, siapa mitra yang memegang peran berbeda, dan standar apa yang harus dijaga berulang kali.

1. Produk yang konsisten lebih penting daripada janji yang besar

Fortuna Shoes mendapat apresiasi atas kualitas produknya dalam kunjungan Wakil Menteri Perdagangan. Informasi ini tidak berarti kualitas hanya dinilai sekali saat ada kunjungan. Untuk produk yang dipasarkan lintas negara, mutu harus dapat diulang dari pesanan ke pesanan.

Prinsip yang sama berlaku untuk usaha makanan, jasa, kerajinan, atau fesyen skala kecil. Mulailah dengan mendefinisikan bagian yang tidak boleh berubah: ukuran porsi, bahan utama, cara pengemasan, waktu pengerjaan, atau pemeriksaan akhir. Tidak semuanya perlu dibuat rumit. Daftar cek singkat sebelum pesanan dikirim sudah membantu tim menjaga standar yang sama.

Pelanggan yang kembali biasanya datang karena pengalaman yang dapat diprediksi dengan baik. Promosi memang dapat mendatangkan pembeli pertama, tetapi konsistensi yang memberi alasan bagi mereka untuk memesan lagi.

2. Kemitraan yang jelas membuat pasar lebih mudah dilayani

Kisah Jalan Sriwijaya memperlihatkan pembagian peran: pihak di Bandung berfokus pada produksi, sementara mitra di Jepang menangani merek, impor, dan gerai. Pembagian seperti ini membantu tiap pihak mengetahui tanggung jawabnya.

UMKM tidak harus memiliki mitra internasional untuk menerapkan pelajaran ini. Dalam skala lokal, pemilik usaha dapat memperjelas peran dengan reseller, pemasok, kurir, fotografer produk, atau rekan produksi. Misalnya, siapa yang memastikan stok, siapa yang menjawab pertanyaan pelanggan, dan kapan pesanan diserahkan ke pengiriman.

Kemitraan tidak otomatis menjamin penjualan. Namun pembagian peran yang terang mengurangi risiko janji pelanggan terlewat atau pekerjaan saling tumpang tindih. Sebelum bekerja sama, tuliskan produk yang disediakan, standar yang disepakati, cara pembaruan stok, serta pihak yang menanggung komunikasi jika terjadi kendala.

3. Perluasan pasar adalah langkah setelah fondasi siap

Kementerian Perdagangan mendorong Fortuna Shoes untuk memanfaatkan business matching dan business pitching lewat perwakilan perdagangan agar dapat menjangkau buyer potensial. Fasilitasi seperti ini dapat membuka percakapan, tetapi bukan jaminan kontrak atau penjualan.

Yang dapat dikendalikan pelaku usaha adalah kesiapan sebelum percakapan itu terjadi: contoh produk yang rapi, spesifikasi yang konsisten, kapasitas produksi yang realistis, dan cara menjelaskan nilai produk dengan jujur. Portal Jabar juga mencatat bahwa Fortuna Shoes telah mengekspor ke Jepang, Inggris, dan beberapa negara Eropa. Capaian itu menunjukkan pasar baru membutuhkan kesiapan produksi dan hubungan yang berkelanjutan, bukan hanya satu unggahan promosi.

Untuk usaha yang masih bertumbuh, perluasan bisa dimulai dari langkah yang lebih dekat. Coba masuk ke satu toko titip jual, layani satu area pengiriman baru, atau ikuti kurasi lokal. Setelah prosesnya lancar, catat apa yang perlu diperbaiki sebelum memperbesar jangkauan lagi.

Pelajaran untuk minggu ini

Pilih satu produk atau layanan terlaris. Tuliskan tiga hal yang pelanggan harus terima secara konsisten, lalu cek siapa yang bertanggung jawab di setiap tahapnya. Jika ada mitra, pastikan harapan dan cara berkomunikasinya jelas.

Dari Bandung ke Jepang, pelajaran Fortuna Shoes bukan soal mengejar pasar jauh secepat mungkin. Yang lebih berharga adalah membangun mutu, peran, dan proses yang cukup kuat untuk membawa usaha melangkah lebih jauh saat peluang datang.

Sumber

Sumber dan bacaan lanjutan

  1. Tinjau Fortuna Shoes, Wamendag Roro Dorong Produk Lokal Perluas Pasar EksporKementerian Perdagangan Republik Indonesia · 14 September 2026
  2. About UsJalan Sriwijaya
  3. Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar EksporPemerintah Kota Bandung · 15 September 2026