← Semua artikel
Konten Ringan UMKM

Diskon atau Bundling? Pilih Promo UMKM Sesuai Tujuannya

Diskon dan bundling sama-sama menarik, tetapi tidak cocok untuk semua kebutuhan. Kenali kapan masing-masing lebih masuk akal bagi UMKM.

This or that: potong harga atau buat paket?

Saat penjualan terasa melambat, diskon sering menjadi ide pertama. Angka merah memang cepat menarik perhatian. Di sisi lain, bundling membuat penawaran terasa lebih lengkap: kopi dengan camilan, sabun dengan isi ulang, atau jasa cuci dengan layanan tambahan. Keduanya bisa dipakai, tetapi keduanya menjawab tujuan yang berbeda.

Bank Indonesia memasukkan diskon dan promo sebagai salah satu hal yang dapat dipelajari pelaku usaha e-commerce untuk menarik pelanggan. Namun promo tetap perlu diperlakukan sebagai percobaan yang terukur, bukan kebiasaan memotong harga setiap kali ingin ramai.

Pilih diskon bila tujuanmu membuat alasan beli yang jelas

Diskon lebih pas ketika kamu memiliki alasan yang spesifik: memperkenalkan produk baru, menghabiskan stok musiman, meramaikan jam sepi, atau memberi apresiasi pada pelanggan yang kembali. Syaratnya, aturan promo harus mudah dipahami. Sebutkan produknya, besar potongan, syarat minimum bila ada, dan kapan promo berakhir.

Sebelum memasang angka, cek dulu harga beli, biaya kemasan, biaya layanan platform bila ada, serta potongan yang ditanggung usaha. Pesanan yang ramai tidak selalu berarti uang yang tersisa ikut besar. Jika tujuanmu hanya ingin menguji minat, mulai dari periode pendek dan satu jenis promo agar hasilnya lebih mudah dibaca.

Pilih bundling bila produk bisa saling melengkapi

Bundling cocok ketika dua atau tiga produk terasa lebih berguna saat dipakai bersama. Contohnya, menu makan siang dengan minuman, alat tulis dengan buku catatan, atau layanan perawatan dengan produk pendukung. Pelanggan tidak hanya melihat harga; mereka juga melihat kemudahan karena tidak perlu memilih semuanya satu per satu.

Panduan UKMIndonesia mengingatkan bahwa paket yang baik perlu relevan bagi pelanggan dan memberi nilai lebih, bukan sekadar menumpuk barang. Karena itu, jangan gabungkan produk hanya karena salah satunya lambat laku. Tanyakan: apakah pelanggan yang membeli produk utama memang mungkin membutuhkan pasangan produk ini? Bila jawabannya tidak, bundling bisa terasa dipaksakan.

Cara cepat memilihnya

Gunakan aturan ringan berikut:

  • Pilih diskon jika kamu ingin mendorong tindakan pada satu produk atau satu waktu tertentu.
  • Pilih bundling jika kamu ingin menawarkan solusi yang lebih lengkap dan mengenalkan produk pendamping.
  • Pilih tidak keduanya jika margin belum jelas atau stok, biaya, dan tujuan promosinya belum siap.

Setelah promo selesai, jangan hanya melihat jumlah transaksi. Bandingkan juga produk mana yang ikut terjual, nilai belanja rata-rata, dan apakah pelanggan kembali tanpa promo yang sama. Catatan kecil ini membuat promo berikutnya lebih cerdas—dan Jumat depan kamu tidak perlu menebak-nebak lagi.

Sumber dan atribusi

Sumber dan bacaan lanjutan

  1. Modul Belajar E-CommerceBank Indonesia
  2. 9 Tips Membuat Penawaran Bundling Produk yang Sulit Ditolak KonsumenUKMIndonesia.id · 31 Mei 2025